Sebelumnya Ingat! Semua nama karakter adalah fiktif, cuma gue doang yang ga fiktif hahahaha.
Cerita-cerita sebelumnya:
Part I
Part II
Part III
Enjoy!
Time to Reveal
Keesokan Hari, di Sekolah
Wajah Raka masih menyimpan kecurigaan dan ketakutan, tetapi semua itu disimpan di balik kepribadiannya yang selalu ceria. Tidak ada yang tahu, apa yang terjadi kemarin, kecuali dirinya dan Rena.
"Samlekum" Seru Raka, setiap memasuki kelas
"Oi, Rak" sapa Angga, seperti biasa
"Aku tahu, apa yang kau tak tahu" lanjut Angga saat Raka sudah disampingnya
"Sebutkan!"
"Sebaiknya jangan disini, nanti setelah kita pulang"
"Dan ini aku ketahui dari Rena, kau terlalu terburu-buru kemarin" lanjut Angga
Hening...
Bel berbunyi, Hari pertama UAS berjalan, pelajaran pertama saat itu adalah Matematika, unsur kelas yang disukai Raka.
Entah apa yang dipikirkannya, hitungannya hampir selalu luput. Yang dia pikirkan hanyalah, "Bisakah Wanita Itu Mengerjakan Soal ini?", padahal Raka duduk tidak jauh dari wanita itu, tapi tetap dia tidak bisa memberikan jawaban apapun untuknya.
Saat istirahat...
"Rin, bisa?" Kata Angga
"Hmmm, Entah, Abaikan oke?" kata wanita yang dipanggil Rin itu sambil berlalu
Mendapat jawaban seperti itu, Raka kecewa dan dia belajar untuk ujian-ujian berikutnya.
Pulang Sekolah....
Raka mendapatkan handphonenya bergetar, tanda sms masuk. Dari Angga
"Temui Aku, Bukan di bukit, tapi di gang kecil itu, bawa Rena"
Membaca itu, Raka langsung mencari Rena, ternyata Rena sedang bersama Karin.
Karin adalah wanita yang dianggap kakak oleh Rena dan dianggap adik oleh Raka, wanita itu juga yang diincar oleh "dia".
"Karin, Rena gimana tadi?" Kata Raka
"Hahahahahahahaha" Karin tertawa, entah apa maksudnya
"Aku tahu ada maksud lain kan" Bisik Rena ke Raka
"Ih gitu ya, main rahasia-rahasiaan" Sindir Karin
"Bukan gitu kak Karin, Raka ada perlu sama aku" Bela Rena, seunyu mungkin, seperti biasa
"Oh gitu, yaudah aku jajan dulu, dadah adikku, dah Raka" kata Karin sambil berlalu
"Kalian unyu banget ya" Kata Raka
"Haha, jadi kamu mau ngomong apa?" Kata Rena
"Aku tahu kemarin kamu mau katakan sesuatu kan?"
"Iya, dan sepertinya kamu ga peduli kan?"
"Nggak Na, kemarin aku ga dengar"
"Lalu?"
"Angga menyuruhku untuk menemuinya bersama kamu"
"Karin gimana? Masa aku tinggal"
"Karin-pun tak mau aku antar kan?"
"Aku punya ide Rak"
"Apa?"
"Kita bicarakan bersama Angga, karena ini menyangkut dia"
"Baiklah, kita kesana"
"Bukit?"
"Bukan, ada gang dimana aku dan Angga yang tahu, ada rumah disana"
"Oke, tapi aku harus bilang ke Karin dulu kan?"
"Tentu, biar dia ga bingung"
Rena dan Raka mencari Karin di Kantin
"Rin!" Seru Rena
"Kenapa Na?"
"Aku tinggal bisa ga?"
"Emang kenapa Na?"
"Iya, aku ada urusan sama Raka, nanti aku balik lagi kok"
"Yah, yaudah deh"
Raka dan Rena meninggalkan Karin, menuju ke tempat itu. Tempat itu adalah rumah kecil didaerah dekat sekolah sebenarnya, Angga sudah menanti disana.
"Akhirnya sampai juga" Sambut Angga
"Sebenarnya ada apa Ngga? Kenapa harus bawa Rena juga?"
"Karena ini adalah ucapannya Rena"
"Terus apa itu Na? Ngga?"
"Na, mau aku yang katakan, atau kamu bicara ke kakakmu ini?" Kata Angga
"Baiklah, sebaiknya aku saja yang katakan" kata Rena
"Sebenarnya kamu mau tahu tentang Karin dan "dia" kan?" lanjut Rena
"Tentang itu Na?" kata Raka
"Iya"
Hening....
Akan Bersambung.........
Seseorang yang menuliskan ini RIFKI RASYID
No comments:
Post a Comment