Harapan Kosong
Aku berharap, suatu saat nanti kita adalah keluarga.
Aku adalah kakak kamu, laki-laki, yang kamu ga punya..
Kamu adalah adik aku, perempuan, yang aku ga punya..
Aku tau kamu, karena kamu mirip sama aku
Kamu bilang, kamu bisa baca aku?
Kamu bilang, aku asik bisa dibaca?
Kamu bilang, aku itu seperti buku?
Kamu bilang, aku itu punya lembaran?
Tahukah Kamu?
Aku punya lembaran, dimana lembaran itu khusus untuk kamu
Aku punya buku, tapi bukan buat kamu, buat kita, yaitu aku, kamu, dan adik kita yang kecil
Aku emang bisa dibaca, khusus buat kamu, agar kamu mudah mengetahui aku
Kamu, wanita yang terbayang dengan masa lalu yang suram
Kamu, wanita yang memiliki ingatan, ingatan tentang aku
Kamu, wanita yang pernah mengalami masa suram dengan aku
Saat awal keluarga kecil kita terbentuk...
Aku berharap, kalian dapat menjadi motivasiku
Aku senang, ternyata si kecil, bisa menjadi motivasiku
Aku berharap, kamu memberikan aku, motivasi seperti si kecil
But what i got now?
Aku, laki-laki, dengan mental seperti perempuan
Aku, laki-laki, lemah, tak berdaya
Aku, laki-laki, yang tak mampu lagi menghadapi kamu
Haruskah aku menahan semua perih?
Haruskan aku menahan sikapmu?
Atau aku, pergi, meninggalkanmu dalam kehangatan
Dan pergi kedalam kedinginan, kesendirian....
Aku masih senang, si kecil masih bisa mengerti aku
Tapi kamu, yang aku harapkan?
Kemana kamu?
Kamu selalu bilang, aku ngejauhin kamu
Kamu selalu bilang, muka aku bikin kamu takut
SEKARANG AKU BERTANYA!
Apakah aku pernah keluyuran?
Bahkan saat aku disebelah kamu, aku bagai angin lalu
Apakah aku selalu bermuka masam?
Bahkan saat aku bermuka masam pun, kamu enggan sekedar menanyakan aku
TAPI BUKAN ITU POIN UTAMA
Aku hanya butuh kamu yang dulu
Yang hangat
Yang baik
Yang asik
Yang jujur
Aku bukanlah orang bodoh
Aku tau kapan kamu berbohong
Aku tau kapan kamu serius
dan Aku tau apa yang kamu pikirkan
Terbayang masa lalu
Berat untuk melupakannya
Takut terhapus semua saat menghapusnya
Takut teringat saat ingin mengingatnya
Apa yang aku lihat, adalah kamu yang berbeda
Kamu takut, aku berlebihan
Kamu takut, akan gosip
AKU BUKANNYA TIDAK TAHU!
Aku mungkin sering men-tes kamu
Bukannya aku tidak mau berhenti!
APAKAH KAMU TAU SELAMA INI AKU BERPURA-PURA
Kamu yang bilang bisa baca aku?
AKU HANYA PURA-PURA BODOH
Diakhir, kamu lebih dekat dengan dia
Aku kakak kamu, bagai angin lalu
Aku hendak pergi, merantau
Sebagai kakak, bagai orang mencari penghidupan
Sekarang, aku termotivasi
Termotivasi untuk melupakan kamu
Terima kasih selama ini, bahkan ketika kamu membaca ini
Aku tidak ingin menyiksa diriku terlalu lama
Dan aku tidak ingin menyiksa dirimu terlalu lama
Aku bukanlah orang bodoh
Aku bukannya tidak tahu kamu
Kamu, wanita, pujaan para lelaki
Melepasmu tak mudah adik
Melupakanmu tak mudah adik
Meninggalkanmu tak mudah adik
Sayang kakak padamu
Hanya membuat kakak sakit
Bukan sakit fisik, tetapi batin
Kakak tak mampu menjadi kakak yang biasa
Memang benar kata orang, sulit menjadi kakak
Memang benar kata orang, tidak akan ada kata teman pada orang yang pernah kamu suka
Sekarang, kaca yang kamu berikan telah pecah
Sekarang, kaca yang aku berikan telah pecah
Apa yang kamu tunggu?
Berbicara padanya?
Cobalah kamu berbicara pada si kecil
Dia, tidak tahu apa-apa tentang aku
Si kecil, lebih tau tentang aku
Mungkin ini, bait terakhir dari curhatanku adik
aku masih berharap kita seperti dulu
Kakak-adik yang harmonis
Setiap kamu cerita aku dengarkan
Setiap aku cerita kamu dengarkan
Setiap Elusanku
Setiap Pelukku
Memiliki arti berbeda dari pandangan harfiah seseorang
Bila kamu memang peduli
Aku menunggumu adikku sayang
14 Februari 2011
Disaat hari kasih sayang
Hanya sedikit yang kubutuh darimu
1 kata maaf
1 kalimat terima kasih
1 paragraf tentang aku
Aku ga butuh kok album band kesayanganku
Tapi, kamu tidak hadir tanggal 14 Februari
Kamu mungkin tidak akan melihat aku nanti
Di hari lahirmu yang ke 16
Kamu telah tumbuh menjadi puteri yang cantik jelita
Bila benar kamu tidak datang
Hanya sebuah surat yang aku siapkan
Bila kamu datang
Aku mau, keluarga kita utuh lagi
Bukan keluarga besar
Hanya keluarga, aku, kamu, dan si kecil
Love you and her is more important than my life
Let me sacrifice my life
For my parents
For my brothers
For you, my sisters
Rayakanlah ulang tahunku nanti
tanggal 23
bulan Oktober
tahun 2011
Lepaskan siksaan padaku
Adikku sayang
Seseorang yang menuliskan ini RIFKI RASYID


No comments:
Post a Comment